Garut, 11 Maret 2026 oleh Ahmad C. — Kegiatan Trenqu 6 memasuki hari ketiga dengan rangkaian aktivitas yang sarat nilai keislaman dan pembelajaran yang menyenangkan bagi para siswa. Sejak pagi hari, para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan antusiasme.
Seperti hari-hari sebelumnya, kegiatan diawali dengan shalat dhuha berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan talaqi’ bacaan Al-Qur’an yang dibimbing oleh guru. Pada sesi ini, siswa-siswi kembali memperbaiki bacaan dan memperkuat interaksi mereka dengan Al-Qur’an melalui bimbingan langsung.
Berbeda dari hari sebelumnya, setelah shalat dhuha para siswa mendapatkan materi tentang Zakat Fitrah serta pengenalan delapan golongan penerima zakat (8 Asnaf). Materi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Madrasah, Laena Zakiyah, S.Kom.I., M.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan pentingnya memahami kewajiban zakat sebagai bagian dari rukun Islam sekaligus bentuk kepedulian sosial kepada sesama.
Tidak hanya sebatas teori, siswa-siswi juga diajak untuk mempraktikkan langsung pelaksanaan zakat fitrah. Dengan bimbingan para guru, mereka belajar bagaimana proses penyaluran zakat dilakukan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan. Kegiatan praktik ini berlangsung dengan khidmat, sekaligus menjadi pengalaman baru bagi sebagian siswa.
“Pendekatan ini dipilih karena pembelajaran melalui pengalaman langsung atau learning by experience dinilai lebih efektif bagi anak-anak. Selama ini, banyak siswa yang mengetahui zakat hanya sebagai kewajiban yang biasanya diwakilkan oleh orang tua. Melalui praktik langsung, mereka dapat memahami makna zakat dengan lebih nyata dan membayangkan tanggung jawabnya sebagai seorang muslim,” pungkas Laena Zakiyah, S. Kom. I, M. Pd selaku Kepala MI Insan Cendekia.
Selain kegiatan pembelajaran, siswa juga diajak mengikuti permainan edukatif untuk mengenal salah satu sahabat Rasulullah, yaitu Khalid bin Walid. Permainan ini dikemas dalam bentuk treasure hunt, di mana para siswa berpetualang mencari berbagai petunjuk yang berisi fakta menarik tentang kehidupan Khalid bin Walid. Setiap petunjuk yang ditemukan kemudian disusun menjadi rangkaian cerita yang utuh tentang sosok sahabat Rasulullah tersebut.
Kegiatan hari ketiga ini pun mendapat tanggapan positif dari para guru pendamping. Isma Nuraeni, S.Pd. dan Dede Sugiharti, S.Pd. menyampaikan bahwa para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti kegiatan. Mereka tampak fokus memperhatikan materi, aktif dalam praktik, serta bersemangat saat mengikuti permainan edukatif.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Trenqu 6 tidak hanya menjadi sarana memperdalam pemahaman Al-Qur’an, tetapi juga membangun pengalaman belajar yang bermakna. Dengan memadukan materi keislaman, praktik ibadah, serta permainan edukatif, para siswa diharapkan dapat memahami ajaran Islam secara lebih utuh dan menyen
angkan.